Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tech & Trends » AI Vibe Coding: Ketika Shortcut Tanpa Skill Menghancurkan Karier

AI Vibe Coding: Ketika Shortcut Tanpa Skill Menghancurkan Karier

  • account_circle SaidWP - Blog
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 568
  • comment 0 komentar

AI Vibe Coding: Ketika Shortcut Tanpa Skill Bisa Menghancurkan Karier Developer Junior

Di era AI yang makin canggih, siapa sih yang gak tergoda untuk kerja lebih cepat dan efisien?

Tapi hati-hati. Di balik kenyamanan AI Vibe Coding, ada risiko besar yang sedang mengintai — khususnya buat kamu yang baru mulai karier sebagai developer.

Disclaimer: Artikel ini adalah terjemahan dan adaptasi dari tulisan Kaustubh Saini di FinalRoundAI.com. Tujuan kami hanya untuk edukasi dan membantu pembaca Indonesia memahami isu penting ini.

Apa Itu AI Vibe Coding?

AI Vibe Coding adalah istilah buat gaya ngoding “tanpa benar-benar ngoding.” Kamu cukup mendeskripsikan kebutuhan aplikasi ke AI (seperti ChatGPT, Cursor, atau Copilot), dan voila, kode jadi otomatis.

Awalnya, konsep ini dipakai buat proyek iseng akhir pekan. Tapi sekarang, banyak yang menjadikannya metode utama membangun produk.

Tanpa debugging, tanpa belajar konsep, dan kadang bahkan tanpa tahu apa yang terjadi di balik layar.

Kenapa Developer Junior Terpikat?

Jawabannya simpel: karena realita dunia kerja makin keras.

  • 94.000 pekerja tech di-PHK di 2025
  • Lowongan dev di AS turun 70%
  • Saingan makin banyak, skill makin dibutuhkan

Di tengah tekanan ini, vibe coding tampak seperti penyelamat. Gak perlu ngoding ribet, tinggal minta ke AI. Tapi justru di sinilah masalahnya bermula.

Baca referensi: https://www.finalroundai.com/blog/ai-tech-layoffs-mid-2025

Ilusi Produktivitas dari AI

Sebuah studi METR 2025 menunjukkan bahwa AI bukannya mempercepat, malah menurunkan produktivitas developer senior sebesar 19%. Ironisnya? Mereka justru merasa performanya naik 20%.

Ini menunjukkan adanya gap besar antara persepsi dan realita. Proses review, debugging, dan prompt ulang justru menyita waktu lebih banyak dari yang disangka.

Baca referensi: https://arxiv.org/abs/2507.09089

Ketika AI Vibe Coding Gagal Total

Contoh paling nyata datang dari developer indie yang membangun SaaS full menggunakan AI tanpa sentuhan tangan.

AI Vibe Coding

Awalnya ia pamer:

“SaaS saya dibangun 100% pakai Cursor. Tanpa nulis kode.”

Tak lama kemudian:

  • API bocor
  • Sistem billing bisa dibypass
  • Database kacau

Karena gak paham kodenya, dia gak bisa debug. Akhirnya… proyek tutup. Ini bukan kisah fiksi, ini nyata. Dan banyak vibe coder lain mungkin menuju ke arah yang sama.

Baca referensi: https://x.com/leojr94_/status/1901560276488511759

Masalah Terbesar: Kamu Gak Belajar Apa-Apa

Vibe coding cenderung melompati proses belajar. Padahal skill fundamental seperti:

  • Debugging
  • System architecture
  • Code review
  • Security & scalability
  • Konsep dasar pemrograman

…semua itu justru fondasi yang harus dibangun dulu. Tanpa itu, kamu cuma jadi code operator, bukan problem solver.

AI = Alat, Bukan Otak Kedua

AI bukan pengganti otakmu. Tapi kalau kamu tahu caranya, AI bisa jadi sayapmu.

AI terbaik adalah yang digunakan oleh developer yang sudah paham konteksnya. Misalnya:

  • Kamu tahu dasar CSS → AI bantu styling lebih cepat
  • Kamu ngerti auth flow → AI bantu implementasi JWT
  • Kamu ngerti struktur API → AI bantu dokumentasi

Tapi kalau kamu belum ngerti? Maka hasil AI bisa jadi jebakan. Gak bisa di-debug, gak bisa dimodifikasi, dan gak tahu kenapa itu dibangun begitu.

Risiko Jangka Panjang dari Vibe Coding

AI Vibe Coding

Kalau terus dilakukan tanpa pemahaman:

  • Skill kamu stagnan
  • Aplikasi rawan jebol
  • Technical debt menumpuk
  • Dokumentasi gak jelas
  • Legacy code tanpa arah

Bahkan ada istilah baru: Digital Archaeology. Programmer di masa depan bakal kayak arkeolog, nebak-nebak kenapa kode AI dibuat begitu, karena gak ada logika atau dokumentasi yang jelas.

Baca referensi:
https://x.com/karpathy/status/1886192184808149383
– https://techcrunch.com/2025/03/06/a-quarter-of-startups-in-ycs-current-cohort-have-codebases-that-are-almost-entirely-ai-generated/

Lalu Gimana Solusi yang Bijak?

Bukan berarti kamu harus stop pakai AI. Tapi:

Gunakan AI dengan cara ini:

  • Latihan coding tanpa AI secara rutin
  • Review semua output AI dan pelajari kenapa begitu
  • Tambahkan komentar penjelas untuk setiap kode
  • Pelajari cara AI menyelesaikan masalah → ambil logikanya
  • Fokus ke skill manusia: debugging, security, architecture

Jangan Jadi Korban Shortcut

Vibe coding memang menggoda. Tapi shortcut gak pernah benar-benar gratis. Yang jadi korban paling besar adalah kamu yang baru mulai, yang harusnya lagi menanam, bukan langsung memanen hasil instan.

Kalau kamu pengen bertahan di dunia tech, kamu harus bisa lebih dari sekadar “mengandalkan AI.” Kamu harus ngerti kenapa kodenya begitu, bagaimana sistemnya bekerja, dan gimana ngatasin error yang gak dijelaskan AI.

Kalau kamu serius ingin membangun skill, portfolio, atau produk digital, yuk bareng-bareng belajar dan berkembang.

Tim saidwp.com siap bantu:

  • Bikin website WordPress
  • Setup server & VPS
  • Migrasi aman dari shared hosting

Maintenance sistem kamu biar gak cuma vibe, tapi juga tahan banting.

Penutup: Yang Ngebut Belum Tentu Sampai Duluan

Kalau semua orang bisa bikin aplikasi dengan AI, maka tantangannya bukan lagi bikin aplikasi, tapi bikin aplikasi yang aman, scalable, dan bisa di-maintain.

Dan semua itu… butuh skill yang nyata.

AI bisa bantu kamu terbang. Tapi kamu harus tahu dulu cara mendarat.

Kalau kamu suka artikel ini, bagikan ke teman dev yang lagi tergoda “vibes”. Siapa tahu kamu baru aja nyelametin masa depan mereka. 😉

  • Penulis: SaidWP - Blog

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Google Chrome Desktop Update: Gemini untuk Produktivitas!

    Google Chrome Desktop Update: Gemini untuk Produktivitas!

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Groknesia - Tech
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Google Chrome terus berinovasi dalam menyediakan fitur-fitur yang mendukung produktivitas dan efisiensi penggunaannya. Salah satu update terbaru yang sangat dinantikan adalah integrasi Gemini langsung pada address bar. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk lebih cepat mengakses dan mengelola informasi secara efisien. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang update terbaru dari Google Chrome, bagaimana […]

  • linux 34 tahun

    Linux 34 Tahun: Lebih dari sekedar “hobi”

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle SaidWP - Blog
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Kemarin, 25 Agustus 2025, Linux resmi berusia 34 tahun. Tanggal ini merujuk pada pengumuman Linus Torvalds di newsgroup comp.os.minix, posting “just a hobby” yang jadi titik nol perjalanan Linux.  Sebagian orang juga merayakan pada 17 September, saat Linux 0.01 pertama kali dipublikasikan; Linus sendiri menganggap kedua tanggal itu valid.  Garis waktu singkat (1991 → 2025) […]

  • Puter Internet OS: Sistem Operasi Browser Kekinian

    Puter Internet OS: Sistem Operasi Browser Kekinian

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle SaidWP - Blog
    • visibility 524
    • 0Komentar

    Apa itu Puter Internet OS? Puter Internet OS hadir sebagai solusi seru dan kekinian buat kamu yang pengen punya sistem operasi berbasis browser dan bisa self-host. Jadi, kamu bisa punya “personal cloud” yang tampilannya mirip Windows atau macOS, tapi jalan di browser dan bisa kamu kelola sendiri. Bukan cuma gaya-gayaan, Puter ini powerful banget! Kamu […]

  • Mission Center Ubuntu

    Mission Center 1.0: Aplikasi System Monitoring Keren untuk Ubuntu

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle SaidWP - Blog
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Apa Itu Mission Center 1.0? Buat kamu yang pake Ubuntu dan butuh aplikasi system monitoring yang gampang dipake, Mission Center Ubuntu versi 1.0 wajib banget dicoba. Rilis Mei 2025, aplikasi open-source ini dibuat pake Rust, GTK4, dan Libadwaita. Bayangin Task Manager-nya Windows, tapi versi Linux yang lebih sleek. Kamu bisa pantau CPU, RAM, disk, jaringan, […]

  • Bill Gates dan Linus Torvalds

    Bill Gates dan Linus Torvalds Akhirnya Ketemu Juga: Makan Malam Santai Tanpa Bahas Kernel

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle SaidWP - Blog
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Awal Pertemuan yang Ditunggu-Tunggu Bill Gates dan Linus Torvalds akhirnya ketemu juga! Dua sosok legendaris di dunia teknologi ini selama puluhan tahun dikenal sebagai rival, terutama karena sejarah antara Windows dan Linux. Tapi di pertemuan ini? Gak ada debat panas atau sindir-sindiran. Cuma makan malam bareng yang santai dan penuh tawa. Kejadian ini terjadi belum […]

  • 10 fitur andalan cyberpanel

    10 Fitur Andalan CyberPanel yang Wajib Anda Coba (Terbukti Efektif!)

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle SaidWP - Post
    • visibility 535
    • 0Komentar

    Temukan 10 fitur andalan CyberPanel yang wajib Anda coba! Dari manajemen hosting hingga keamanan.

expand_less