New Update:
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tech & Trends » Mission Center 1.0: Aplikasi System Monitoring Keren untuk Ubuntu

Mission Center 1.0: Aplikasi System Monitoring Keren untuk Ubuntu

  • account_circle SaidWP - Blog
  • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
  • visibility 713
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Apa Itu Mission Center 1.0?

Buat kamu yang pake Ubuntu dan butuh aplikasi system monitoring yang gampang dipake, Mission Center Ubuntu versi 1.0 wajib banget dicoba. Rilis Mei 2025, aplikasi open-source ini dibuat pake Rust, GTK4, dan Libadwaita. Bayangin Task Manager-nya Windows, tapi versi Linux yang lebih sleek. Kamu bisa pantau CPU, RAM, disk, jaringan, GPU, sampe kipas sistem secara real-time. Yuk, kita bahas apa aja yang bikin aplikasi ini spesial!

Fitur-Fitur Keren Mission Center 1.0

Mission Center 1.0 punya banyak upgrade yang bikin dia beda dari aplikasi system monitoring lain kayak GNOME System Monitor atau htop. Ini dia beberapa fitur unggulannya:

1. S.M.A.R.T. Data untuk Disk

Fitur baru yang bikin ngiler adalah dukungan S.M.A.R.T. data buat disk SATA dan NVMe. Cukup klik ikon info di tab disk, kamu bisa lihat sisa kapasitas, total data yang udah dibaca/ditulis, sampe siklus daya. Ini super berguna buat cek kesehatan drive. Tapi, ada catatan kecil: status pengujian S.M.A.R.T. kadang belum muncul (OMG! Ubuntu).

2. Network Monitoring Per-Proses

Sekarang, Mission Center bisa pantau penggunaan jaringan tiap aplikasi atau proses. Keren, kan? Cuma, kamu perlu install nethogs biar kolom “Network” muncul di tab “Apps”. Dengan ini, kamu bisa tahu aplikasi mana yang nyedot bandwidth. Tinggal urutin berdasarkan penggunaan jaringan. Cek caranya di Mission Center Wiki.

3. Dukungan GPU Raspberry Pi

Versi 1.0 nambah dukungan buat GPU Raspberry Pi pake NVTOP terbaru, tapi butuh kernel Linux 6.12+. Sayangnya, di Ubuntu 25.04 untuk Pi 4/5, fitur ini masih agak bermasalah (OMG! Ubuntu). Tapi, buat GPU NVIDIA dan AMD, monitoring penggunaan, memori, dan daya tetep jalan mulus.

4. Backend Magpie yang Ngebut

Mission Center 1.0 pake backend baru namanya Magpie, pengganti Gatherer. Backend ini bisa dipake aplikasi lain dan bikin pengumpulan data lebih efisien. Hasilnya? Aplikasi ini lebih hemat CPU dan RAM, plus grafiknya lebih smooth berkat rendering OpenGL (It’s FOSS).

5. Antarmuka yang Makin Kece

UI Mission Center sekarang lebih responsif. Grafiknya bisa ditampilin sebagai garis halus, mirip GNOME System Monitor. Kamu juga bisa ganti tema terang atau gelap sesuka hati. Tab “Apps” dan “Services” juga dirombak biar nunjukin lebih banyak info, kayak PID, CPU, memori, disk, sampe kontrol buat ngatur layanan systemd/OpenRC.

Cara Pasang Mission Center di Ubuntu

Install Mission Center di Ubuntu gampang banget, apalagi lewat Flatpak atau Snap. Ini langkah-langkah buat Flatpak:

  • Buka terminal (Ctrl+Alt+T).
  • Pastikan Flatpak udah terinstall:
Bash
sudo apt install flatpak
  • Tambah Flathub dan install Mission Center:
Bash
flatpak install flathub io.missioncenter.MissionCenter
  • Jalankan aplikasinya:
Bash
flatpak run io.missioncenter.MissionCenter

Mau pake network monitoring per-proses? Install nethogs dulu:

Bash
sudo apt install nethogs

Alternatif lain, kamu bisa pake Snap:

Bash
sudo snap install mission-center

Atau download AppImage dari GitLab-nya Mission Center.

Kenapa Harus Pake Mission Center di Ubuntu?

Dibandingkan alat CLI kayak htop atau top, Mission Center punya antarmuka grafis yang lebih friendly, cocok buat pemula maupun pro. Meskipun nggak terlalu cocok buat Ubuntu Server karena butuh GUI, aplikasi ini top banget buat desktop Ubuntu. Apa aja kelebihannya?

  • Ringan dan Cepet: Rendering pake OpenGL bikin CPU nggak ngos-ngosan.
  • Fitur Lengkap: Dari S.M.A.R.T. data sampe monitoring kipas, semua ada.
  • Desain Modern: Antarmuka GTK4/Libadwaita nyatu banget sama GNOME.

Tapi, ada beberapa kekurangan. Contohnya, dukungan buat GPU Intel masih terbatas (nggak bisa lihat VRAM atau suhu). Terus, di Linux Mint/Cinnamon, kadang aplikasi baru nggak muncul di tab “Applications” (Snap Store).

Kesimpulan

Mission Center 1.0 adalah aplikasi system monitoring yang wajib kamu coba di Ubuntu. Dengan fitur kayak S.M.A.R.T. data, network monitoring per-proses, dan dukungan GPU yang makin luas, aplikasi ini bisa nyanyi bareng alat kayak Resources atau GNOME System Monitor. Cocok buat developer, sysadmin, atau kamu yang cuma pengen tahu apa yang lagi jalan di sistem. Install sekarang dan cek sendiri betapa gampangnya pantau performa Ubuntu!

Referensi:

  • Penulis: SaidWP - Blog

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • monitoring server dengan PingAja

    Monitoring Server Jadi Gampang dengan PingAja

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle SaidWP - Blog
    • visibility 999
    • 0Komentar

    monitoring server dengan PingAja – Sebagai sysadmin, developer, atau pemilik VPS, menjaga server tetap online adalah prioritas utama. Namun, mengecek dashboard monitoring setiap hari bisa menyita waktu—apalagi kalau kamu mengelola banyak server sekaligus. Untungnya, ada solusi monitoring ringan tapi efektif: PingAja. Apa Itu PingAja? PingAja adalah layanan monitoring server buatan anak bangsa yang dirancang untuk […]

  • linux 34 tahun

    Linux 34 Tahun: Lebih dari sekedar “hobi”

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle SaidWP - Blog
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Kemarin, 25 Agustus 2025, Linux resmi berusia 34 tahun. Tanggal ini merujuk pada pengumuman Linus Torvalds di newsgroup comp.os.minix, posting “just a hobby” yang jadi titik nol perjalanan Linux.  Sebagian orang juga merayakan pada 17 September, saat Linux 0.01 pertama kali dipublikasikan; Linus sendiri menganggap kedua tanggal itu valid.  Garis waktu singkat (1991 → 2025) […]

  • capcut vs edits

    CapCut vs Edits Instagram – Mana yang Paling Worth It Buat Ngonten di 2025?

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Groknesia - Tech
    • visibility 606
    • 0Komentar

    Di zaman konten sekarang, ngedit video udah kayak skill wajib—mau buat TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, sampai video jualan. Nah, dua nama yang lagi rame dibahas di 2025 ini adalah CapCut dan aplikasi baru dari Instagram yang namanya Edits. Dua-duanya punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, dan tentu cocok buat tipe content creator yang beda juga. […]

  • cara install billionmail 6:21 Play Button

    Cara Install BillionMail: Bangun Mail Server Sendiri Gak Pakai Mahal

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle SaidWP - Blog
    • visibility 788
    • 0Komentar

    Di era digital saat ini, punya kontrol penuh atas server email sendiri bukan lagi hal yang mustahil. Salah satu alternatif terbaik dan open-source yang bisa kamu coba adalah BillionMail. Artikel ini akan membahas cara install BillionMail step-by-step, cocok buat kamu yang ingin membangun mail server sendiri tanpa harus bayar langganan mahal seperti Mailchimp atau Zoho. […]

  • CUPS

    Critical CUPS Remote Code Execution Vulnerability: How to Secure Your Linux Server (4 Steps)

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle SaidWP - Post
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Pendahuluan Common Unix Printing System (CUPS) merupakan salah satu layanan krusial yang digunakan untuk mengelola cetakan di sistem operasi Unix dan Linux. CUPS membantu server dan komputer dalam mengelola pekerjaan cetak, sehingga sangat penting di berbagai lingkungan, baik perkantoran hingga penggunaan rumahan. Namun, kehadiran kerentanan eksekusi kode jarak jauh (Remote Code Execution atau RCE) dalam […]

  • BillionMail v4.4 4:16 Play Button

    Update BillionMail v4.4: Outbound IP Binding & Optimasi

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle SaidWP - Blog
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Beberapa waktu lalu, BillionMail merilis versi 4.3 dengan sejumlah update penting seperti Spintax untuk variasi konten email, optimasi core pada log management, hingga perbaikan bug campaign yang sering mandeg di 99% (baca: BillionMail versi 4.3↗). Update tersebut membuat pengelolaan kampanye email jadi lebih fleksibel dan efisien. Kini, BillionMail melanjutkan perjalanannya dengan versi 4.4, membawa peningkatan […]

expand_less