New Update:
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tech & Trends » CVE Program Crisis 2025: Drama Pendanaan, Yayasan Baru, dan Peran Trump-Musk

CVE Program Crisis 2025: Drama Pendanaan, Yayasan Baru, dan Peran Trump-Musk

  • account_circle Groknesia - Tech
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 514
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CVE Program Crisis 2025 Mengguncang Dunia Cybersecurity

Di bulan April 2025, dunia keamanan siber (cybersecurity) dikejutkan dengan drama besar: CVE Program Crisis. Program Common Vulnerabilities and Exposures (CVE), yang selama 25 tahun menjadi tulang punggung pelacakan kerentanan global, nyaris kolaps karena kontrak pendanaan MITRE dengan pemerintah AS berakhir.

Situasi ini memunculkan berbagai reaksi, dari kepanikan komunitas tech hingga munculnya Yayasan CVE sebagai penyelamat. Belum lagi, kebijakan pemotongan anggaran ala Trump dan peran Elon Musk melalui inisiatif DOGE ikut jadi sorotan. Apa yang sebenarnya terjadi? Yuk, kita bahas tuntas dalam artikel ini!

Apa Itu CVE Program dan Peran MITRE?

Buat yang belum tahu, CVE Program adalah “kamus” global untuk kerentanan keamanan siber. Setiap kerentanan yang ditemukan diberi ID unik (misalnya CVE-2025-1234), yang membantu tim IT, vendor, dan peneliti untuk berkomunikasi dan menangani ancaman secara efisien. Program ini lahir tahun 1999 dan dikelola oleh MITRE, sebuah organisasi nirlaba di AS yang fokus pada penelitian teknologi dan keamanan siber. MITRE bekerja sama dengan Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) untuk mendanai dan mengoperasikan CVE.

CVE itu ibarat “Dewey Decimal System” untuk cybersecurity—tanpa ini, kita kehilangan bahasa standar untuk membahas kerentanan. Bayangkan kalau tiba-tiba semua kamus di dunia hilang; chaos, kan? Nah, CVE punya peran serupa untuk menjaga ekosistem keamanan siber tetap teratur.

Awal Mula CVE Program Crisis: Kontrak MITRE Berakhir

Krisis ini dimulai pada 15 April 2025, ketika @0xTib3rius membagikan surat dari Yosry Barsoum, Wakil Presiden MITRE, yang memperingatkan bahwa kontrak pendanaan CVE akan berakhir pada 16 April 2025.

Surat itu menyebutkan dampak serius jika pendanaan berhenti:

  • Tidak ada CVE ID baru untuk kerentanan yang ditemukan.
  • Database kerentanan nasional (seperti NVD) akan terdegradasi.
  • Peringatan ancaman dan respons insiden jadi lambat, yang bisa membahayakan infrastruktur kritis seperti rumah sakit atau jaringan listrik.

Kabar ini langsung bikin heboh komunitas tech. @TheHackersNews menyebutnya sebagai “Critical Alert”, sementara @vxunderground bahkan buru-buru mengarsipkan database CVE di GitHub sebagai cadangan, takut data bakal “lenyap seperti abu”. Reaksi ini wajar, karena CVE adalah jantung dari banyak alat keamanan siber, mulai dari vulnerability scanner hingga firewall.

Peran Kebijakan Trump dan Elon Musk dalam CVE Program Crisis

Nah, kenapa kontrak ini tiba-tiba berakhir? Ternyata, ini ada kaitannya dengan kebijakan administrasi Trump di 2025. Trump, yang kembali berkuasa, mendorong pemotongan anggaran federal besar-besaran untuk mengurangi peran pemerintah (small government). Salah satu yang terdampak adalah CISA, yang mendanai CVE. Disebutkan bahwa CISA mengalami pemotongan anggaran hingga 40% stafnya terancam dipecat.

Di balik kebijakan ini, ada nama Elon Musk yang ikut jadi sorotan. Musk memimpin inisiatif Department of Government Efficiency (DOGE), yang bertujuan meningkatkan efisiensi pemerintah dengan memangkas biaya. DOGE jadi salah satu “otak” di balik pemotongan anggaran CISA, yang akhirnya mengancam kelanjutan CVE. Komunitas tech di X ramai mengkritik kebijakan ini— @boomslang bahkan menyebut DOGE sebagai “badut” yang membahayakan keamanan siber.

CISA Intervensi: Pendanaan CVE Diperpanjang 11 Bulan

Di tengah kepanikan, CISA akhirnya angkat bicara. Pada 16 April 2025, @CISAgov mengumumkan bahwa mereka telah memperpanjang kontrak pendanaan CVE selama 11 bulan. Dalam tweet resminya, mereka menyebut:

“Program CVE sangat berharga bagi komunitas siber dan prioritas CISA. Tadi malam, kami mengeksekusi periode opsi pada kontrak untuk memastikan tidak ada jeda dalam layanan CVE yang kritis.”

Langkah ini bikin komunitas tech bernapas lega, tapi juga memicu diskusi baru. Perpanjangan 11 bulan hanyalah solusi sementara—setelah itu, apa?

@Crazy__Ginger menyebut situasi ini “tidak dapat diterima” untuk negara sekelas AS yang seharusnya jadi pemimpin global dalam keamanan siber.

Yayasan CVE Muncul: Solusi atau Kontroversi Baru?

CVE Program Crisis

Di hari yang sama, @0xTib3rius membagikan pengumuman lain: peluncuran CVE Foundation. Yayasan ini dibentuk oleh sekelompok anggota veteran Dewan CVE, seperti Kent Landfield, untuk mengamankan masa depan CVE dengan menjadikannya entitas nirlaba independen. Tujuannya jelas:

  • Mengurangi ketergantungan pada pendanaan pemerintah AS.
  • Memastikan CVE tetap jadi sumber daya global yang tepercaya.
  • Melibatkan komunitas internasional dalam pengelolaan CVE.

Namun, @0xTib3rius menambahkan catatan bahwa ini bukan tindakan resmi Dewan CVE, melainkan aksi “kelompok yang bertindak sendiri” (rogue group). Hal ini memicu reaksi beragam:

  • @zackoch mempertanyakan kesiapan yayasan, karena domain situs mereka baru didaftarkan sehari sebelumnya.
  • @KyngoNet menyoroti bahwa situs Yayasan CVE hanyalah situs Google sederhana, yang terlihat kurang profesional.
  • @HackingButLegal justru mendukung inisiatif ini sebagai langkah positif.

Meskipun ada kontroversi, Yayasan CVE menunjukkan bahwa komunitas tech mulai mencari solusi jangka panjang untuk CVE Program Crisis ini.

Implikasi CVE Program Crisis untuk Komunitas Tech

Krisis ini membuka mata kita tentang beberapa hal penting:

  1. Ketergantungan pada Pemerintah Tunggal Itu Riskan
    CVE selama ini bergantung pada pendanaan CISA, yang ternyata rapuh di tengah perubahan politik seperti kebijakan Trump. Yayasan CVE bisa jadi langkah awal menuju model yang lebih terdesentralisasi.
  2. Dampak pada Infrastruktur Kritis
    Tanpa CVE, respons terhadap ancaman siber akan melambat, yang membahayakan infrastruktur kritis seperti jaringan listrik atau sistem kesehatan. Ini bukan cuma masalah tech, tapi juga keamanan nasional.
  3. Peran Sektor Swasta dan Komunitas Global
    Banyak yang menyarankan agar sektor swasta (misalnya vendor perangkat lunak) ikut mendanai CVE, atau komunitas global dilibatkan lebih aktif.
    @Nevada Redneck bahkan usul biaya $1.000 per CVE dibebankan ke vendor.

Apa yang Harus Dilakukan Komunitas Tech?

Buat kamu yang aktif di komunitas tech, berikut langkah yang bisa diambil:

  • Diversifikasi Sumber Data: Jangan cuma mengandalkan CVE. Pantau sumber lain seperti CISA Known Exploited Vulnerabilities atau laporan vendor.
  • Dukung Inisiatif Komunitas: Yayasan CVE membuka peluang kolaborasi global—ini saatnya komunitas tech ikut berkontribusi.
  • Advokasi untuk Model Baru: Dorong model pendanaan yang lebih berkelanjutan, misalnya melibatkan sektor swasta atau organisasi internasional.

Kesimpulan: CVE Program Crisis Sebagai Wake-Up Call

CVE Program Crisis 2025 adalah pengingat keras bahwa bahkan infrastruktur keamanan siber paling kritis pun bisa rapuh. Meskipun CISA berhasil memperpanjang pendanaan sementara, munculnya Yayasan CVE menunjukkan perlunya solusi jangka panjang yang independen dari politik pemerintah. Kebijakan Trump dan peran Musk melalui DOGE juga jadi pengingat bahwa faktor eksternal seperti anggaran pemerintah bisa memengaruhi keamanan siber global.

Buat komunitas tech, ini saatnya kita bersatu—baik untuk mendukung inisiatif seperti Yayasan CVE, maupun untuk mendorong model baru yang lebih tahan banting. Bagaimana menurutmu? Share pendapatmu di kolom komentar atau bawa diskusi ini ke komunitas tech-mu! 

Jangan lupa follow Groknesia untuk update terbaru seputar cybersecurity, teknologi, dan tren digital lainnya. Share artikel ini ke komunitas tech-mu agar lebih banyak yang aware soal CVE Program Crisis!

 

Sumber:

  1. Gambar utama: thehackernews.com, gambar kedua: cybernews.com
  2. Post x: @0xTib3rius , @0xTib3rius , @CISAgov
  3. thehackernews.com: U.S. Govt. Funding for MITRE’s CVE Ends April 16, Cybersecurity Community on Alert
  4. cybernews.com: Screw gov’t funding, we’re going nonprofit, CVE Board declares after database debacle
  5. cybersecuritynews.com: CVE Foundation Launched To Ensure Long-term Vulnerability Tracking
  6. reuters.com: In last-minute reversal, US agency extends support for cyber vulnerability database
  7. krebsonsecurity: Funding Expires for Key Cyber Vulnerability Database
  8. forbes.com: CVE Program Funding Reinstated—What It Means And What To Do Next

 

 

  • Penulis: Groknesia - Tech

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa Itu WordPress

    Apa Itu WordPress? 5 Alasan Populernya

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle SaidWP - Post
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Apa itu WordPress? Pelajari dasar-dasar WordPress, manfaatnya, dan bagaimana cara kerjanya dalam panduan lengkap ini.

  • fedora pengganti windows

    7 Alasan Fedora Lebih Layak Jadi Pengganti Windows daripada Linux Mint

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle SaidWP - Blog
    • visibility 584
    • 0Komentar

    Fedora pengganti Windows – Buat kamu yang mulai lelah dengan update Windows yang sering ganggu, atau sekadar cari OS yang lebih ringan dan bebas biaya, Linux adalah alternatif menarik. Tapi… pilihan distro-nya buanyak banget. Nah, dua nama yang sering muncul: Fedora dan Linux Mint. Artikel ini diadaptasi dan disesuaikan dari sumber HowToGeek untuk pembaca tech […]

  • Mengatur Tampilan Awal WordPress

    Panduan Mengatur Tampilan Awal WordPress: 7 Langkah Mudah Setelah Fresh Install

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle SaidWP - Post
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Pelajari cara mengatur tampilan awal WordPress setelah fresh install dengan panduan langkah demi langkah.

  • BillionMail v4.7

    Update BillionMail v4.7: Mailbox Quota & Stability Improvements

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle SaidWP - Blog
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Setelah versi sebelumnya (BillionMail v4.6↗) membawa fitur seperti API Documentation, ekspor format TXT, serta peningkatan validasi email yang lebih cepat, update terbaru kini datang dengan fokus pada pengelolaan sumber daya (resources) dan kestabilan sistem (stability). BillionMail v4.7, memperkenalkan fitur baru yang sangat berguna, serta menutup beberapa celah bug penting yang sebelumnya bisa mengganggu performa. Mari […]

  • mitos terminal Linux

     9 Mitos Terminal Linux yang Harus Kamu Berhenti Percayai

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle SaidWP - Blog
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Terminal Linux Nggak Sehoror Itu, Kok! Pernah ngerasa keringetan dingin waktu buka terminal Linux? Atau takut ngetik salah satu karakter terus sistem langsung rusak total? Tenang, kamu nggak sendiri. Tapi bisa jadi kamu selama ini percaya sama mitos tentang terminal Linux yang udah nggak relevan lagi. Disclaimer:Artikel ini merupakan alih bahasa dan adaptasi bebas dari […]

  • Rebranding Stack Overflow

    Rebranding Stack Overflow 2025: Alasan, Dampak, dan Apa yang Perlu Kamu Ketahui

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle SaidWP - Blog
    • visibility 606
    • 0Komentar

    Stack Overflow, platform tanya-jawab (Q&A) legendaris yang telah menjadi andalan para developer sejak 2008, baru saja mengumumkan langkah besar: rebranding. Pada 9 Mei 2025, melalui akun resmi mereka di X (@StackOverflow), Stack Overflow mengungkapkan rencana untuk menyegarkan identitas merek mereka. Ini bukan sekadar perubahan logo atau warna, melainkan penyelarasan kembali tujuan mereka di era kecerdasan […]

expand_less