New Update:
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tech & Trends » Nimbus Storage: Solusi Cloud Open Source yang Bisa Host Sendiri

Nimbus Storage: Solusi Cloud Open Source yang Bisa Host Sendiri

  • account_circle SaidWP - Blog
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • visibility 553
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kenapa Kita Butuh Alternatif Cloud?

Pernah nggak sih kamu ngerasa hidupmu udah kayak file explorer? Semua data tercecer di Google Drive, OneDrive, iCloud, Dropbox, entah di mana lagi?

Rasanya gampang sih, tinggal buka aplikasi, login, dan simpan.

Tapi pernah kepikiran nggak: semua data pentingmu sebenarnya ada di server orang lain.

Kata orang, “kalau produk itu gratis, berarti kamulah produknya.” Dan jujur aja, itu bener banget.

Data foto, dokumen pribadi, bahkan file kerjaan. Semua bisa dianalisis, di-track, atau minimal jadi bagian dari ekosistem besar yang nggak bisa kita kendalikan.

Nah, di sinilah nimbus storage hadir.

Apa Itu Nimbus Storage?

Nimbus Storage adalah solusi cloud storage open source yang bisa kamu host sendiri. Jadi, bukannya nitip ke Google atau Apple, kamu bisa bikin “Google Drive” versimu sendiri di server pribadi atau VPS.

Secara resmi, Nimbus ada di GitHub (nimbusdotstorage/Nimbus↗) dan dikembangkan sebagai alternatif self-hosted untuk Google Drive, OneDrive, dan iCloud.

Teknologi yang dipakai juga modern banget:

  • Docker + Bun buat runtime development
  • PostgreSQL untuk database
  • Valkey (mirip Redis) untuk caching
  • OAuth (Google & Microsoft) biar gampang login
  • Resend untuk kirim email (password reset, notifikasi).

Dengan kata lain: ini bukan proyek asal-asalan, tapi memang serius ditujukan buat kamu yang pengin kontrol penuh atas data.

Kenapa Nimbus Storage Layak Dicoba?

Sederhana: kamu punya kendali penuh.

Kalau Google Drive tiba-tiba ubah aturan, hapus akun, atau limit kapasitas, kamu bisa apa? Nggak ada.

Tapi kalau pakai Nimbus, kamu sendiri yang jadi “Google”-nya.

Beberapa alasan lain:

  • Privasi lebih aman. Data disimpan di servermu, bukan di perusahaan raksasa.
  • Bisa diutak-atik. Open source, artinya kamu bebas modifikasi.
  • Gratis & fleksibel. Nggak ada biaya bulanan, cuma perlu server/VPS.
  • Powerful. Punya fitur sharing, sync, dan user management mirip layanan besar.

Bayangin, kalau biasanya kita jadi “penumpang” di cloud storage orang lain, di Nimbus kamu bisa jadi “pilot”.

Cara Setup Nimbus Storage (Step by Step)

Salah satu hal paling keren dari proyek ini adalah dokumentasinya lumayan lengkap. Jadi meskipun kamu bukan sysadmin veteran, bisa banget ikutin langkahnya.

1. Clone repo dari GitHub

JavaScript
git clone https://github.com/nimbusdotstorage/Nimbus.git
cd Nimbus
bun i

2. Setup environment

  • Copy file .env.example.env
  • Jalankan bun run env:sync
  • Isi API key OAuth (Google, Microsoft, Box, Dropbox) + RESEND_API_KEY.

3. Jalankan database & cache

JavaScript
bun db:up
bun cache:up
bun db:push

4. Start server development

JavaScript
bun dev

Akses di http://localhost:3000

5. Aktifkan OAuth & Email

  • Buat project di Google Cloud Console & Azure Portal.
  • Set callback URL sesuai domain/server kamu.
  • Tambahkan API key Resend buat kirim email (forgot password).

6. Deployment

  • Pastikan domain valid.
  • Update .env & callback URL.
  • Deploy lewat Docker atau platform self-host lain (Coolify, dsb).

Voila! Kamu punya cloud storage sendiri.

Fitur-Fitur Unggulan Nimbus Storage

  • Multi-provider OAuth → gampang login pakai Google, Microsoft, bahkan Dropbox.
  • Email Resend Integration → reset password tanpa ribet.
  • User management → bikin akun, kelola izin, cocok buat tim kecil.
  • Sync & sharing → mirip Google Drive, tapi lebih bebas.
  • Stack modern → Bun runtime, PostgreSQL, Valkey.

Kalau disimpulin, Nimbus itu kayak campuran Dropbox + Google Drive, tapi dengan level kebebasan kayak Linux: bebas, open source, fleksibel.

Cocok Buat Siapa?

  • Developer & Sysadmin → yang pengin mainan server dan setup sesuatu yang real.
  • Freelancer & UMKM → yang pengin nyimpen dokumen klien tanpa takut dicuri “ekosistem besar”.
  • Penggiat privasi → kalau kamu tim “anti big tech”, ini pas banget.

Tim kecil/startup → bikin internal storage tanpa harus bayar cloud mahal.

Penutup: Cloud Versi Kamu Sendiri

Kita sering lupa: kenyamanan itu ada harganya. Google Drive & OneDrive memang gampang, tapi di baliknya ada kompromi: privasi, kontrol, bahkan biaya jangka panjang.

Dengan nimbus storage, kamu bisa ngerasain the best of both worlds: fitur modern kayak cloud raksasa, tapi dengan kontrol penuh ala self-hosted.Kalau selama ini kamu mikir “masa iya bisa bikin Google Drive sendiri?”, jawabannya sekarang: bisa banget.

Mau nyobain Nimbus tapi bingung setup servernya? Tenang aja. Saya bisa bantu setup VPS, deploy Nimbus Storage, atau bikin cloud versi kamu.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi


Rekomendasi Untuk Anda

  • 7 Tema WordPress Gratis Terbaik

    7 Tema WordPress Gratis Terbaik untuk Website Cepat dan SEO-Friendly

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle SaidWP - Blog
    • visibility 756
    • 0Komentar

    Temukan 7 tema WordPress gratis terbaik untuk website Anda! Optimalkan kecepatan dan SEO dengan tema-tema keren ini.

  • WordPress Menguasai Pasar CMS 2025

    WordPress Menguasai Pasar CMS 2025

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle SaidWP - Blog
    • visibility 737
    • 0Komentar

    Temukan 5 alasan mengapa WordPress menguasai pasar CMS 2025! Pelajari peluang besar yang ditawarkan WordPress dan bagaimana Anda bisa memanfaatkannya.

  • telegram vs whatsapp channel

    Telegram vs WhatsApp Channel: Mana yang Lebih Mantap Buat Bangun Komunitas di 2025?

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Groknesia - Tech
    • visibility 515
    • 0Komentar

    Telegram vs WhatsApp Channel – Komunitas digital makin marak. Dari grup belajar, fans creator, komunitas developer, sampe channel jualan. Nah, dua nama yang paling sering dipakai adalah Telegram dan WhatsApp Channel. Tapi… mana yang paling cocok buat kamu bangun dan kelola komunitas? Yuk kita bedah bareng, biar kamu bisa milih dengan tepat 👇 1. Pengalaman […]

  • X vs Threads

    X vs Threads: Mana yang Lebih Keren untuk Nongkrong di 2025?

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Groknesia - Casual
    • visibility 659
    • 0Komentar

    Pernah ngerasa X (dulunya Twitter) kok kayak nggak seseru dulu? Atau penasaran sama Threads, platform baru yang katanya saingan X? Nah, di artikel ini, kita bakal bedah X vs Threads dari sisi fitur, vibe, sampe tips biar kamu bisa enjoy di kedua platform ini. Yuk, simak! 😎 Kenapa X Disebut Nggak Seenak Dulu? 🤔 Banyak […]

  • kantor pusat sistem operasi

    Kantor Pusat Sistem Operasi

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Groknesia - Meme
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Penjelasan Meme: Meme ini membandingkan kantor pusat sistem operasi dari tiga raksasa besar: Apple, Microsoft, dan Linux. Apple digambarkan dengan Apple Park berbentuk cincin futuristik, Microsoft dengan gedung korporat modern, dan Linux diwakili oleh ruangan kerja sederhana milik Linus Torvalds, sang pencipta Linux. Konteks Meme: Ketiganya mewakili filosofi berbeda: kemewahan, profesionalisme, dan minimalisme. Meme ini […]

  • Desain Keren CyberPanel

    16 Desain Keren CyberPanel

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle SaidWP - Blog
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Desain Keren CyberPanel – CyberPanel adalah salah satu panel kontrol hosting terbaik yang dirancang untuk memudahkan pengelolaan website. Dengan basis OpenLiteSpeed, CyberPanel menawarkan performa tinggi, keamanan terbaik, dan kemudahan penggunaan. Namun, selain fitur-fitur canggihnya, CyberPanel juga menawarkan fleksibilitas dalam hal tampilan. Dalam artikel ini, kami akan membahas 16 desain keren CyberPanel yang bisa kamu gunakan untuk membuat […]

expand_less